Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita DaerahBerita Utama

Sabandarlisa Kelilauw: Pembangunan Maluku Integrated Port di Ambon Lebih Realistis dan Strategis

×

Sabandarlisa Kelilauw: Pembangunan Maluku Integrated Port di Ambon Lebih Realistis dan Strategis

Sebarkan artikel ini
Sabandarlisa Kelilauw, mahasiswa Pascasarjana Universitas Pattimura sekaligus pengacara muda Maluku, mendukung pemindahan proyek Maluku Integrated Port dari Pulau Seram ke Ambon. Ambon, 6 Maret 2026.

Ambon,Maluku – Mahasiswa Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon yang juga pengacara muda Maluku, Sabandarlisa Kelilauw, menyatakan dukungannya terhadap keputusan Pemerintah Provinsi Maluku yang memindahkan rencana pembangunan proyek Maluku Integrated Port (MIP) dari Pulau Seram ke Ambon.

Menurut Sabandarlisa, keputusan yang diambil oleh Gubernur Maluku tersebut merupakan langkah realistis sekaligus strategis apabila dilihat dari aspek kesiapan infrastruktur serta berbagai pertimbangan teknis yang berkembang saat ini,”ujarnya dalam keterangan tertulis masuk ke redaksi, Jum’at (6/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal perencanaan, pemerintah daerah memang menempatkan Pulau Seram sebagai lokasi pembangunan pelabuhan terpadu tersebut.

Namun, dalam proses evaluasi lebih lanjut, ditemukan sejumlah kendala yang berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana penunjang yang dibutuhkan untuk operasional pelabuhan berskala besar.

“Pada prinsipnya saya mendukung penuh keputusan Bapak Gubernur Maluku. Memang sejak awal rencana pembangunan MIP diarahkan ke Pulau Seram, tetapi dengan melihat kondisi sarana dan prasarana pendukung yang masih terbatas, maka pembangunan di Ambon menjadi pilihan yang lebih realistis sekaligus strategis,” ujar

Sabandarlisa dalam keterangannya.
Menurut dia, pembangunan pelabuhan terpadu seperti Maluku Integrated Port membutuhkan kesiapan infrastruktur dasar yang memadai, mulai dari akses transportasi, jaringan logistik, hingga fasilitas pendukung lainnya yang dapat menjamin efektivitas operasional pelabuhan di masa mendatang.

Sabandarlisa juga menekankan bahwa perubahan lokasi pembangunan tersebut tidak mengurangi substansi utama dari proyek Maluku Integrated Port, yakni memperkuat konektivitas logistik antarwilayah sekaligus mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku.

“Intinya pembangunan MIP ini tetap berada di wilayah Maluku. Yang paling penting adalah bagaimana proyek ini dapat segera direalisasikan sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Maluku,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap seluruh pihak dapat melihat kebijakan tersebut secara objektif dengan mempertimbangkan kepentingan pembangunan jangka panjang daerah.

Menurut Sabandarlisa, dukungan kolektif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi, praktisi hukum, dan pemangku kepentingan lainnya, sangat diperlukan agar pembangunan proyek strategis tersebut dapat berjalan secara optimal.

Ia pun mengajak masyarakat Maluku untuk bersama-sama mengawal proses pembangunan Maluku Integrated Port agar terlaksana secara transparan, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi kawasan kepulauan di wilayah timur Indonesia,”tutupnya optimis.(Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *