Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Presiden Prabowo: Program Desa Nelayan Dongkrak Pendapatan Nelayan hingga 100 Persen

×

Presiden Prabowo: Program Desa Nelayan Dongkrak Pendapatan Nelayan hingga 100 Persen

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto berdialog dengan peserta Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025). (Foto: Humas Sekretariat Presiden)

Jakarta – Pemerintah Indonesia terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui program Desa Nelayan, sebuah inisiatif besar yang digagas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memanfaatkan potensi laut secara berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, program ini merupakan langkah nyata dalam memberdayakan komunitas nelayan di seluruh Tanah Air dengan pendekatan terintegrasi di bidang ekonomi, infrastruktur, dan sosial.

“Dalam 80 tahun sejarah Indonesia, belum pernah ada program yang benar-benar efektif memberdayakan komunitas nelayan kami. Dan inilah yang sedang kami lakukan,” ujar Presiden Prabowo saat menghadiri Forbes Global CEO Conference 2025 di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Presiden menjelaskan, program ini dimulai dari proyek percontohan yang digagas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan melalui model Fishing Village Project. Dalam proyek tersebut, sekitar 2.000 nelayan direorganisasi dan difasilitasi dengan infrastruktur lengkap, mulai dari dermaga sederhana, pabrik es, cold storage, panel surya, klinik bersih, hingga sekolah layak bagi keluarga nelayan.

“Kami menemukan dari kesaksian mereka, setelah satu setengah hingga dua tahun, pendapatan mereka meningkat hingga 100 persen. Saya sendiri sangat terkejut, karena sebelumnya saya pikir hanya naik 40 atau 50 persen,” ungkap Presiden.

Dengan adanya fasilitas pelelangan ikan, nelayan kini dapat menjual hasil tangkapan dengan harga lebih tinggi dan stabil. Hal ini berdampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pemerintah menargetkan perluasan program Desa Nelayan secara nasional. Hingga Oktober 2025, sudah terbangun 65 desa nelayan, dan pada akhir 2026 ditargetkan mencapai 1.000 desa nelayan di seluruh Indonesia.

“Seribu desa berarti memberdayakan dua juta nelayan. Jika dihitung dengan keluarga mereka, itu delapan juta orang Indonesia yang akan merasakan manfaatnya,” tegas Presiden Prabowo.

Selain memperkuat ekonomi pesisir, program ini juga meningkatkan ketersediaan protein segar dan memperkuat jaringan koperasi desa. Saat ini pemerintah telah membentuk lebih dari 81.000 koperasi desa yang memiliki fasilitas seperti cold storage, minimarket, apotek, dan klinik. Setiap koperasi juga memperoleh pembiayaan untuk dua truk pengangkut hasil produksi agar distribusi ke pasar lebih efisien.

“Saya pikir ini akan menjadi waktu yang menarik bagi Indonesia. Saya bersemangat karena melihat mimpi dan konsep ini mulai menjadi kenyataan,” pungkas Presiden Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *