Bangka Selatan – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) melalui Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan terus mendorong penguatan sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan saprodi cabai seluas 20 hektar kepada 13 kelompok tani (Poktan/Gapoktan/KWT) di wilayah tersebut, Sabtu (7/12/24).
Bantuan ini mencakup benih cabai, kapur pertanian, mulsa, pupuk NPK, dan pupuk organik, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan serta menstabilkan harga cabai di pasar. Program ini adalah bagian dari Kegiatan Pengawasan Mutu, Penyediaan, dan Peredaran Benih Tanaman yang bertujuan meningkatkan produksi hortikultura lokal.
Plt Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Basel, Luhung Amin F., menyebutkan bahwa bantuan ini tidak hanya meringankan beban petani dari segi pembiayaan, tetapi juga membantu masyarakat mendapatkan cabai dengan harga terjangkau saat terjadi lonjakan harga.
“Kami berharap Bangka Selatan menjadi salah satu pusat penghasil cabai terbesar di Bangka Belitung. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, target ini pasti dapat tercapai,” ujarnya.
Adapun penerima bantuan ini meliputi kelompok tani dari berbagai desa, termasuk Poktan Mekar Sari Desa Penutuk, Gapoktan Bersatu Desa Sidoharjo, KWT Rossalia Indah Desa Rajik, dan lainnya.
Selain memperkuat swasembada, program ini juga membuka peluang ekspor ke daerah lain, sekaligus menjadi langkah awal untuk memperluas bantuan ke komoditas hortikultura lainnya.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Basel dalam menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(Red/*)















