BANGKA SELATAN, DJITUBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali menorehkan capaian dalam sektor pemberdayaan desa. Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid bersama Wakil Bupati Debby Vita Dewi melaksanakan panen perdana buah kelapa sawit di perkebunan milik Desa Nyelanding, Selasa (3/6/2025).
Panen ini merupakan hasil nyata dari program prioritas Riza–Debby yang sejak 2021 telah mendistribusikan bibit kelapa sawit secara gratis ke desa-desa di Bangka Selatan, untuk dikelola secara mandiri oleh pemerintah dan masyarakat desa.
“Alhamdulillah, bantuan bibit sawit di Desa Nyelanding yang mulai kita salurkan sejak tahun 2021 hari ini sudah bisa dipanen. Ini bukti bahwa program ini berjalan dan membawa hasil,” ujar Bupati Riza Herdavid usai melakukan panen di Desa Nyelanding, didampingi Wakil Bupati Debby Vita Dewi dan Sekretaris Daerah Basel Hefi Nuranda.
Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Bupati Riza menegaskan bahwa program bibit sawit gratis ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Basel dalam mewujudkan kemandirian desa, khususnya di sektor perkebunan.
“Hingga saat ini, sudah ada 34 desa yang menerima bantuan bibit sawit. Sebagian besar sudah menunjukkan hasil—ada yang mulai berbuah pasir, bahkan ada yang sudah masuk panen awal,” jelasnya.
Menurut Riza, keberhasilan ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Ia juga menegaskan pentingnya regulasi yang mendukung keberlanjutan program.
“Saya sudah meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk segera menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Desa (Perdes) terkait pengelolaan dan pemanfaatan hasil panen sawit milik desa. Tujuannya agar hasilnya benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kemakmuran masyarakat,” tegas Riza.
Hasil Nyata di Tengah Masyarakat
Wakil Bupati Basel, Debby Vita Dewi, menambahkan bahwa panen perdana ini adalah bukti nyata bahwa program yang mereka usung tidak hanya sebatas janji, melainkan membawa dampak langsung ke masyarakat.
“Ini adalah bukti program prioritas kami tidak sekadar wacana, tetapi benar-benar hadir di tengah masyarakat. Saya berharap, keuntungan dari penjualan hasil panen ini benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di desa,” kata Debby.
Ia menekankan agar pengelolaan hasil panen diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat.
“Tolong dahulukan kepentingan rakyat, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan, seperti yang juga ditegaskan oleh Bapak Bupati,” tutupnya.(Kominfo Basel)















