Cibinong, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus meningkat sepanjang tahun anggaran 2025, meski masih terdapat celah untuk mencapai target.
Menurut data Bappenda Kabupaten Bogor, realisasi penerimaan pajak daerah sampai 10 Oktober 2025 telah mencapai Rp 3,115 triliun, atau 81,60 % dari target tahunan sebesar Rp 3,817 triliun.
Kontribusi terbesar berasal dari BPHTB dengan realisasi sekitar Rp 919,24 miliar, diikuti oleh PBB-P2 senilai Rp 715,98 miliar. Menariknya, dari segi persentase terhadap target, PBB-P2 mencatat capaian 105,23 %, artinya sektor ini melampaui targetnya dan menjadi penopang penting PAD Kabupaten Bogor.
Langkah relaksasi pajak masih menjadi strategi utama Pemerintah Kabupaten Bogor. Dalam program relaksasi yang berlangsung dari 1 September hingga 31 Desember 2025, pemerintah memberikan:
Diskon 100% untuk PBB-P2 tahun 1994–2011 bagi wajib pajak yang melunasi PBB-P2 tahun 2025
Pembebasan penuh (100%) pajak untuk wajib pajak perorangan dengan ketetapan hingga Rp 100.000, agar dianggap lunas untuk tahun 2025
Penghapusan denda untuk piutang pajak masa lalu:
Dalam kesempatan Gebyar Pembayaran Pajak Daerah yang digelar oleh Bappenda pada 12 Juni 2025, ribuan wajib pajak hadir dan berpartisipasi aktif. Selain membayar pajak, masyarakat juga mendapatkan doorprize menarik seperti logam mulia, sepeda, dan perangkat elektronik.
Menurut Kepala Bappenda, Adi Mulyadi antusiasme masyarakat tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi pajak, yang menjadi modal untuk mencapai target PAD akhir tahun.
Ia menyatakan bahwa relaksasi ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Bogor terhadap masyarakat, terutama wajib pajak dengan kemampuan terbatas. Program ini juga diharapkan meningkatkan kepatuhan pajak dan mendorong masyarakat menyelesaikan kewajiban pajaknya dengan lebih ringan.
Meski realisasi pajak menunjukkan tren positif, laporan dari BPKAD Kabupaten Bogor menyatakan bahwa total pendapatan daerah (tidak hanya PAD) per 22 Agustus 2025 baru mencapai Rp 6,195 triliun, yaitu sekitar 54,3% dari target Rp 11,407 triliun.
Sementara itu, realisasi PAD hingga tanggal tersebut adalah Rp 2,511 triliun, atau 65,78% dari target PAD tahunan.
Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis bahwa sisa tahun anggaran masih memungkinkan untuk mengejar target PAD. Kebijakan relaksasi pajak, intensifikasi pemungutan pajak seperti operasi sisir dan pemeriksaan berkala, serta pelayanan wajib pajak menjadi pilar strategi Bappenda untuk menutup kekurangan.
Sumber: Bappenda Kabupaten Bogor















