Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
BabelBerita UtamaPangkalpinang

Orasi Lantang Batara Bergema di Tengah Ribuan Massa di PT Timah : Bangka Belitung Bukan Milik Korporasi

×

Orasi Lantang Batara Bergema di Tengah Ribuan Massa di PT Timah : Bangka Belitung Bukan Milik Korporasi

Sebarkan artikel ini
Batara berorasi lantang di tengah kerumunan massa saat aksi di depan Kantor Pusat PT Timah Tbk, Pangkalpinang, Senin siang (6/10/2025).

Pangkalpinang – Suasana Kantor Pusat PT Timah Tbk di Pangkalpinang, Senin siang (6/10/2025), mendadak memanas saat ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah menggelar aksi protes besar-besaran

Di tengah gelombang manusia dan sorakan tuntutan, suara lantang Batara, tokoh aksi yang dikenal vokal memperjuangkan tambang rakyat, menggema tegas menentang dominasi korporasi atas tanah Bangka Belitung.

“Bangka Belitung bukan milik korporasi, tapi milik rakyat berdaulat. Akhirnya pihak PT Timah melalui Direktur Utamanya akan membeli timah rakyat seharga Rp300.000 per satuan SN. Dan satu hal yang perlu diingat, rakyat bebas menambang di wilayah IUP PT Timah,” seru Batara dalam orasinya yang disambut riuh tepuk tangan massa.

Pernyataan keras itu langsung menarik perhatian publik karena menyentuh isu sensitif hak tambang rakyat dan ketimpangan penguasaan sumber daya alam di Bangka Belitung. Batara menuding bahwa kekayaan daerah selama ini terlalu lama berada di bawah kendali kepentingan perusahaan besar, sementara masyarakat lokal justru tidak mendapatkan manfaat yang sepadan.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB itu sempat diwarnai ketegangan. Petugas kepolisian dari Polda Kepulauan Bangka Belitung berjaga ketat, bahkan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang berusaha merangsek ke dalam area kantor.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Timah Tbk belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan massa, terutama mengenai regulasi pembelian timah rakyat dan aturan aktivitas tambang rakyat di wilayah IUP PT Timah.

Gelombang ribuan aksi massa ini menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap dominasi korporasi dan seruan lantang untuk mengembalikan kedaulatan ekonomi ke tangan masyarakat Bangka Belitung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *