Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalBerita Utama

Negara Tak Tunduk Terhadap Aksi Separatis, Kapolri Perintah Pengejaran Penembak Smart Air di Papua Selatan

×

Negara Tak Tunduk Terhadap Aksi Separatis, Kapolri Perintah Pengejaran Penembak Smart Air di Papua Selatan

Sebarkan artikel ini
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen negara tidak tunduk pada aksi separatis. Menginstruksikan jajaran mempercepat pengejaran pelaku penembakan pesawat perintis Smart Air demi menjamin keamanan Papua. Foto Istimewa

Jakarta – Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan negara tidak akan tunduk terhadap aksi separatis dan teror bersenjata di Papua. Penegasan itu disampaikan menyusul penembakan pesawat perintis milik Smart Air di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, yang menewaskan pilot dan kopilot pesawat.

Kapolri memastikan seluruh jajaran Polri bergerak cepat memburu para pelaku hingga tuntas. Ia menekankan bahwa penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berlandaskan alat bukti yang kuat.

“Negara tidak boleh kalah oleh teror. Identitas pelaku sudah mulai tergambar dan pengejaran akan terus dilakukan sampai seluruh pelaku tertangkap,” ujar Kapolri saat memberikan keterangan di Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026) di lansir jaringan media Radarjakarta.id

Dalam perkembangan terbaru, Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026 telah mengamankan empat orang terduga pelaku. Dua di antaranya, berinisial GW dan EH, diduga terlibat langsung dalam aksi penembakan. Sementara dua orang lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo menyatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan hasil pendalaman alat bukti dan keterangan saksi.

“Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti dan kesaksian. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa tidak berdasar. Justru korban dari aksi ini adalah warga sipil,” kata Yusuf, Senin (16/2/2026).

Dari hasil penyelidikan sementara, aparat memperkirakan sekitar 20 orang terlibat dalam penyerangan saat pesawat hendak mendarat di bandara kecil Korowai. Polisi menduga pelaku menggunakan tiga hingga empat senjata api laras panjang, sementara pelaku lain membawa senjata tradisional seperti tombak, panah, dan parang.

Aparat masih menelusuri asal-usul senjata api yang digunakan dalam aksi tersebut.

Kapolri juga menginstruksikan penguatan pengamanan di bandara perintis dan fasilitas publik di wilayah rawan. Patroli gabungan diperluas, serta koordinasi lintas satuan dan aparat keamanan diperketat untuk mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Faizal Ramadhani menegaskan, seluruh rangkaian kekerasan yang terjadi di Papua telah menimbulkan korban warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja pembangunan.

“Negara hadir dan tidak akan mundur. Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan terukur,” ujarnya.

Penembakan pesawat perintis ini dinilai bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan serangan terhadap jalur vital penghubung masyarakat pedalaman Papua. Aparat memastikan pengejaran tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku dan jaringannya berhasil diputus. (Rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *