Jakarta – Kornas Presidium Pemuda Timur menggelar deklarasi dukungan terhadap institusi Polri agar tetap berada di bawah Presiden, yang dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama, santunan anak yatim, serta silaturahmi relawan. Acara berlangsung di Warunk WOW KWB, Jakarta Selatan, Selasa malam (3/3/2026).

Ketua Kornas Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, dalam sambutannya menegaskan bahwa dukungan terhadap Polri di bawah Presiden sejatinya merupakan amanah reformasi yang sudah seharusnya dijaga bersama.

“Berbicara soal mendukung institusi Polri di bawah Presiden itu memang seharusnya tanpa perlu deklarasi, karena itu adalah tuntutan reformasi. Sebagai anak muda, kita tidak boleh ketinggalan momentum untuk bersuara dan menjaga amanah reformasi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya persatuan pemuda Indonesia Timur, mulai dari Papua, Maluku, Maluku Utara, NTT hingga Sulawesi, dalam menjaga keutuhan bangsa yang memiliki keberagaman suku, bahasa, dan budaya.
Menurutnya, kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mempererat silaturahmi, membangun solidaritas, serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah kemajemukan Indonesia.
“Kalau kita tidak saling mengenal, bagaimana bisa saling memahami dan mencintai? Momentum seperti ini penting untuk memupuk persatuan dan kebersamaan,” tambahnya.
Sandri juga menegaskan bahwa reformasi telah membuka ruang yang luas bagi anak-anak muda, termasuk dari kawasan Indonesia Timur, untuk berkompetisi dan berkontribusi dalam kepemimpinan nasional.
Karena itu, menjaga reformasi berarti menjaga kebebasan berpendapat, kebebasan berorganisasi, serta kesempatan yang setara bagi seluruh anak bangsa.
Selain deklarasi dukungan terhadap Polri, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Kornas Presidium Pemuda Timur berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat dukungan terhadap institusi negara, tetapi juga menumbuhkan semangat berbagi dan solidaritas sosial.
Di akhir acara, Sandri mengajak seluruh pemuda Indonesia Timur untuk tetap solid, menjaga persatuan, dan terus berperan aktif dalam mengawal semangat reformasi demi masa depan bangsa yang lebih baik.















