BANGKA,DJITUBERITA.COM – Pilkada ulang Kabupaten Bangka yang dijadwalkan pada Agustus 2025 mendatang dipastikan berlangsung panas. Lima pasangan calon (paslon) telah resmi mendaftarkan diri dan siap bertarung dalam kontestasi demokrasi lokal ini.
Menurut Herman Saleh, Ketua SMSI (Serikat Media Sumber Indonesia) Bangka Belitung dan Pemimpin Redaksi Asatu Online di keterangannya (20/7) melalui Redaksi Djituberita.com.kontestasi ini bukan hanya soal kekuatan elektoral, tapi soal integritas dan arah masa depan Bangka,”kata dia.
Kelima paslon mengusung latar belakang beragam dengan basis dukungan politik yang tak kalah menarik. Namun, di balik geliat demokrasi tersebut, sejumlah isu krusial pun mengemuka mulai dari keabsahan ijazah, tekanan internal partai, hingga dugaan skandal pribadi.
Herman Saleh menekankan bahwa pemilih saat ini lebih kritis dan tak mudah terbuai janji kampanye tanpa rekam jejak yang meyakinkan.
Peluang dan Tantangan Lima Paslon
Pasangan Ferry Insani – Syahbudin, yang didukung Gerindra dan PDIP, menjadi kandidat terkuat dengan perolehan suara sebelumnya mencapai 70.835 suara. Namun, dominasi suara itu tak serta-merta menjamin kemenangan. “Semakin besar dukungan, semakin tinggi pula ekspektasi dan beban pembuktian integritas,” ujar Herman Saleh dalam catatan redaksionalnya di Asatu Online.
Paslon Rato Rusdiyanto – Ramadian (NasDem dan Golkar), yang meraih 42.660 suara, mendapat sorotan tajam akibat isu ijazah yang diduga hanya paket C. Herman Saleh menyatakan bahwa meski sah secara hukum, isu ini akan menjadi bahan pertimbangan publik dalam menakar kapasitas dan kesiapan kepemimpinan paslon bersangkutan.
Sementara itu, Andi Kusuma – Budiyono, yang mengusung kekuatan sembilan partai dan memperoleh 21.813 suara, menunjukkan soliditas koalisi, tetapi masih diragukan dalam konsistensi kerja politik di lapangan. “Luasnya koalisi harus dibuktikan dengan kesatuan gerak yang konkret,” ujar Herman Saleh menanggapi struktur dukungan mereka.
Adapun pasangan Aksan Visyawan – Rustam Jasli (PKS dan PPP), yang dikenal membawa narasi religius dan rekam jejak bersih, mengantongi 24.536 suara. Menurut Herman Saleh, jika pasangan ini mampu membangun koneksi emosional dengan generasi muda dan pemilih rasional, peluang mereka bisa tumbuh signifikan di tengah kampanye yang penuh wacana.
Paslon H. Naziarto – H. Usnen (PAN dan Demokrat), meski hanya meraih 20.135 suara, disebut sebagai kuda hitam dalam Pilkada ulang kali ini. “Kunci mereka ada pada kejelian menyentuh akar persoalan masyarakat bawah dan menghindari kampanye elite semata,” terang Herman Saleh dalam penilaiannya.
Isu Liar dan Tekanan Politik
Catatan redaksi juga menyoroti adanya isu liar yang menyebar terhadap beberapa kandidat, seperti tudingan kepemilikan kebun sawit di kawasan hutan, serta rumor skandal pribadi yang belum diverifikasi. Herman Saleh menegaskan pentingnya media menjaga independensi dan mengedepankan klarifikasi sebelum menyimpulkan atau membangun opini liar.
Lebih serius lagi, disebutkan adanya tekanan dari elit partai kepada kader legislatif, termasuk ancaman pergantian antar waktu (PAW) bila tak loyal memenangkan paslon tertentu. “Jika benar, ini bentuk pengkhianatan terhadap demokrasi partisipatif dan sehat,” ujar Herman Saleh dalam kritik tajamnya terhadap pola-pola lama yang masih menghantui politik lokal.
Demokrasi Bukan Ajang Transaksi
Herman Saleh menekankan bahwa Pilkada bukan medan kekuasaan elite, melainkan momen rakyat menentukan masa depan lima tahun ke depan. “Money politic, intimidasi, dan politik transaksional harus dilawan bersama. Rakyat Bangka berhak memilih pemimpin terbaik dari yang baik,” katanya dalam editorial Asatu Online.
Ia juga mengajak seluruh paslon bertarung secara sehat dan mengedepankan adu gagasan. “Bukan citra yang harus dijual, tapi substansi visi dan integritas yang dibawa,” tegas Herman Saleh, sembari mendorong pemilih muda dan kelas menengah untuk berpartisipasi aktif tanpa apatisme.
Penutup: Pilihan di Tangan Pemilih Cerdas
Pilkada ulang ini menjadi kesempatan kedua bagi masyarakat Bangka untuk memperbaiki pilihan. Herman Saleh menyatakan bahwa Asatu Online akan tetap mengawal proses ini secara independen, kritis, dan bertanggung jawab demi terciptanya demokrasi yang beradab.
“Gunakan suara Anda dengan bijak. Jangan sampai terkecoh dengan pencitraan semata. Pilihlah calon yang punya rekam jejak bersih, visi jelas, dan komitmen terhadap kemajuan daerah,” pungkas Herman Saleh.(*)















