Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Pariwisata & Budaya

Keren! Sanggar Dharma Habangka Juara Festival Tari Kreasi Kemilau Pesona Basel 2024

×

Keren! Sanggar Dharma Habangka Juara Festival Tari Kreasi Kemilau Pesona Basel 2024

Sebarkan artikel ini
Foto: Eksklusif Djituberita.com

Toboali, Bangka Selatan – Malam Festival Tari Kreasi dalam rangkaian Event Kemilau Pesona Bangka Selatan 2024 sukses dilaksanakan dengan mengangkat tema leluhur budaya kearifan lokal.

Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Bangka Selatan,digelar  gelanggang sport center pada Jumat (26/7/24).

Sanggar Dharma Habangka berhasil meraih juara pertama sekaligus penata tari terbaik dari 8 sanggar yang berpartisipasi, termasuk beberapa dari luar daerah.

Sanggar Dharma Habangka mempersembahkan tari berjudul “Cuca Ngebiang”. Tarian ini mengangkat makna sebuah mantra yang digunakan untuk memanggil hujan demi kesejahteraan lingkungan yang dilanda kekeringan.

Di masa lampau, masyarakat desa sering kali mengandalkan mantra “Cuca Ngebiang” sebagai bentuk alternatif dan interaksi spiritual saat mengalami kekeringan dan kemarau panjang.

Dipimpin oleh dukun kampung atau “semai”, prosesi ini menggunakan media “gong kecet” untuk memberikan gema menuju langit, serta membawa tunjang padi yang melambangkan kesuburan.

“Rumpon puron” yang dijunjung di kepala dukun kampung memiliki arti “air yang mengalir deras dari langit menuju tanah”. Lantunan mantra “Cuca Ngebiang” mengiringi seluruh prosesi untuk memohon keberkahan hujan.

Tarian ini juga menampilkan pakaian khas Bangka Selatan. Para wanita mengenakan baju “melayu ijau”, sementara kaum pria memakai baju “kutong lengen”, pakaian tradisional yang biasa digunakan di masa lampau untuk beraktivitas di alam. Warna-warna yang dominan pada pakaian ini menggambarkan kebudayaan Bangka Belitung.

Menurut Rendi Agustian, penata tari bersama Ricard Anugrah, dan penata musik Hesti Bombom, serta penata busana Rendi Agustian, tarian ini tidak hanya menampilkan keindahan gerak, namun juga menyampaikan pesan penting mengenai kearifan lokal dan warisan budaya yang harus terus di lestarikan.

Pak Hamsan, seorang budayawan Bangka Selatan, juga menambahkan bahwa tarian ini merupakan representasi yang kuat dari sejarah dan budaya masyarakat Bangka Selatan.

Dengan keberhasilan ini, Sanggar Dharma Habangka telah menunjukkan dedikasi dan keahlian mereka dalam mempertahankan serta mempromosikan budaya lokal melalui seni tari.

Festival ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan budaya daerah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *