Sempat “Menyala Abangku” saat penggeledahan Asui Kaposang, kini perkembangan perkara dan sosok yang disebut tersangka sama-sama menghilang dari sorotan publik.
Bangka Selatan – Penanganan perkara dugaan kasus timah yang menyeret nama Asui Kaposang menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kasus yang sempat menyala terang setelah adanya penggeledahan oleh aparat penegak hukum itu kini justru dinilai bak lampu listrik yang kehabisan token: “lep-nyar” menyala sebentar, lalu redup dan kini nyaris padam.
Beberapa waktu lalu, penggeledahan yang dilakukan aparat sempat memicu perhatian luas publik. Langkah tersebut dianggap sebagai sinyal kuat bahwa penegakan hukum terhadap dugaan praktik bermasalah di sektor timah mulai bergerak serius.
Namun setelah momen itu, perkembangan kasus justru terasa sunyi. Informasi mengenai proses penyidikan nyaris tak terdengar lagi, sementara sosok Asui Kaposang yang sebelumnya ramai disebut dalam pusaran perkara tersebut kini juga raib tak terdengar lagi di ruang publik.
Situasi ini memunculkan berbagai tanda tanya di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai penanganan perkara yang awalnya tampak tegas kini justru seperti lampu yang berkedip karena token hampir habis hidup sebentar, lalu kembali redup.
“Awalnya ramai sekali. Ada penggeledahan, ada kabar penyelidikan serius. Tapi sekarang seperti hilang begitu saja. Kasusnya seperti lampu lep-nyar,” ujar salah satu warga yang mengikuti perkembangan kasus tersebut.
Apalagi sektor timah di Bangka Belitung selama ini dikenal sarat kepentingan dan memiliki jaringan bisnis yang kompleks.
Kasus-kasus yang berkaitan dengan komoditas strategis ini sering kali menyita perhatian publik karena menyangkut potensi kerugian negara, persoalan lingkungan, hingga dugaan praktik ilegal dalam tata niaganya.
Karena itu, publik berharap perkara yang sempat memanas ini tidak berhenti di tengah jalan.
Penegakan hukum dinilai harus konsisten agar tidak menimbulkan kesan bahwa kasus besar hanya menyala sesaat lalu padam tanpa kejelasan.
Kini masyarakat menunggu kepastian, apakah kasus ini akan kembali menyala terang dan dibuka secara transparan, atau justru benar-benar padam seperti lampu yang kehabisan token listrik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan terbaru perkara tersebut maupun keberadaan pihak yang disebut dalam kasus ini.
(Tim Investigasi – Djituberita.com)















