Jakarta – Presidium Pemuda Timur menyatakan dukungan agar Polri tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia. Dukungan tersebut nantinya bakal disampaikan dalam kegiatan doa lintas agama dan buka puasa bersama yang digelar pada momentum Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa,(3/3/2026) di Jakarta.
Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, menegaskan bahwa penempatan Polri di bawah Presiden merupakan bentuk relasi konstitusional yang bertujuan menjaga kejelasan komando serta independensi lembaga kepolisian.
“Menempatkan Polri langsung di bawah Presiden akan memberikan kepastian komando, mencegah fragmentasi kebijakan, serta memastikan kepolisian tidak terjebak dalam tarik-menarik kepentingan birokrasi antar kementerian,” kata Sandri dalam keterangannya,Senin (2/3/2026).
Menurut dia, relasi antara Presiden dan Polri harus dipahami sebagai hubungan konstitusional, bukan relasi politik praktis. Dengan demikian, Polri diharapkan dapat menjalankan tugas penegakan hukum, perlindungan, dan pelayanan masyarakat secara profesional dan bebas dari tekanan kepentingan jangka pendek.
Kegiatan doa lintas agama yang nantinya melibatkan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang tersebut juga dimaknai sebagai simbol komitmen pemuda dalam menjaga persatuan, toleransi, dan stabilitas nasional.
Presidium Pemuda Timur menilai stabilitas keamanan merupakan prasyarat penting bagi keberlanjutan pembangunan dan penguatan demokrasi.
Sandri menambahkan, dukungan tersebut bukan ditujukan untuk kepentingan kekuasaan tertentu, melainkan demi memperkuat institusi kepolisian sebagai alat negara yang bekerja untuk kepentingan rakyat dan konstitusi.
“Kami ingin memastikan Polri tetap profesional, independen, dan fokus pada tugas utama sebagai penjaga keamanan serta penegak hukum,” ujarnya.















