Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita NasionalJakarta

Diskusi KBM UNINDRA di Bawah Pohon Rindang Soroti Kesejahteraan Guru dan Dosen

×

Diskusi KBM UNINDRA di Bawah Pohon Rindang Soroti Kesejahteraan Guru dan Dosen

Sebarkan artikel ini
Diskusi KBM Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) berlangsung di bawah pohon rindang Kampus B UNINDRA, Jakarta, Sabtu (13/12/2025). Foto Istimewa

Jakarta – Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) menegaskan bahwa jaminan kesejahteraan guru dan dosen merupakan fondasi utama dalam membangun mutu pendidikan nasional yang berkelanjutan. Penegasan tersebut mengemuka dalam diskusi akademik yang digelar Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UNINDRA di area DPR (Di Bawah Pohon Rindang), Kampus B UNINDRA, Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

Diskusi yang diikuti 37 peserta dari unsur dosen, mahasiswa, dan undangan ini mengangkat tema “Membangun Kesejahteraan Guru dan Dosen sebagai Kunci Pendidikan dan Teruskan Program Pendidikan yang Pernah Berjalan”. Forum ini menjadi ruang refleksi akademik atas posisi strategis tenaga pendidik dalam sistem pendidikan nasional.

Hadir sebagai pembicara, Wakil Dekan FIPPS UNINDRA Dr. Haryanto, S.Pd., S.E., M.M. dan Pengamat Pendidikan Randi Azi Baidilah, S.Pd., GR. Keduanya menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari peran sentral guru dan dosen sebagai ujung tombak pembelajaran, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter peserta didik.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa kesejahteraan tenaga pendidik tidak semata diukur dari peningkatan gaji dan tunjangan, tetapi juga mencakup kepastian karier, perlindungan kerja, pengurangan beban administrasi, serta dukungan pengembangan profesional berkelanjutan.

“Kesejahteraan guru dan dosen berbanding lurus dengan motivasi kerja, kinerja akademik, dan kualitas proses pembelajaran,” demikian disampaikan dalam forum tersebut.

Diskusi juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program-program pendidikan yang telah berjalan dan memberikan dampak positif, salah satunya Program Kampus Merdeka. Peserta sepakat bahwa keberlanjutan kebijakan pendidikan memerlukan konsistensi regulasi, evaluasi akademik yang komprehensif, serta pelibatan aktif guru dan dosen sejak tahap perencanaan hingga evaluasi.

Sebagai rekomendasi, forum akademik KBM UNINDRA mendorong institusi pendidikan untuk mengambil peran strategis sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil tenaga pendidik di lapangan. Selain itu, disepakati perlunya pembentukan tim kajian khusus guna merumuskan skema peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik secara terukur serta penyusunan peta jalan (roadmap) evaluasi dan pengembangan program pendidikan yang berkelanjutan.

Forum ini diharapkan menjadi kontribusi pemikiran akademik dalam mendorong terwujudnya sistem pendidikan nasional yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan guru dan dosen sebagai fondasi utama peningkatan mutu pendidikan.(rilis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *