BANGKA SELATAN, DJITUBERITA. COM – Menanggapi kasus dugaan pencabulan yang terjadi di salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Kecamatan Payung pada Jumat (23/5), Bupati Bangka Selatan H. Riza Herdavid, ST., M.Tr.IP menegaskan komitmennya untuk mendampingi korban dan tetap mendukung penuh eksistensi pendidikan Islam di Kabupaten Bangka Selatan.
“Saya sudah memerintahkan Dinsos Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Pendidikan untuk turun ke lokasi dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Anak yang diduga menjadi korban harus didampingi hingga seluruh proses selesai. Hak pendidikannya juga harus terus dipenuhi,” ujar Bupati Riza melalui release pers, Sabtu (24/5).
Ia menekankan pentingnya pengawasan lingkungan lembaga pendidikan, terutama yang berhubungan dengan anak-anak. “Saya juga meminta agar dinas terkait, kecamatan, dan desa melakukan pengawasan berkala terhadap lingkungan mereka,” imbuhnya.
Terkait citra lembaga pendidikan Islam, Bupati Riza meminta masyarakat tidak menggeneralisasi. “Kami mengecam keras tindakan pelaku. Ini kasus kasuistik dan insyaAllah tidak terjadi di lembaga lain. Pendidikan Islam tetap memiliki keunggulan, dan masyarakat jangan ragu untuk menyekolahkan anak-anaknya di sana. Jadikan kejadian ini pembelajaran bersama,” pungkasnya.
Dengan peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan komitmennya untuk terus melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan serta menjamin keberlanjutan hak pendidikan mereka, tanpa mengesampingkan pentingnya menjaga martabat lembaga pendidikan keagamaan.
Bupati Riza Herdavid: menegaskan Pengawasan, berkelanjutan dan kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta lembaga pendidikan menjadi kunci mencegah kejadian serupa di masa depan,”imbuhnya.
Sumber: Release Kominfo Bangka Selatan















