Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Berita Daerah

Hari Jadi Kota Toboali Makin Menyala, Festival Junjung Besaoh 2026 Hadirkan Budaya Lokal

173
×

Hari Jadi Kota Toboali Makin Menyala, Festival Junjung Besaoh 2026 Hadirkan Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini
Festival Junjung Besaoh 2026 akan digelar Toboali, 21–25 Oktober 2026.

DJITUBERITA,BANGKA SELATAN – Semarak Hari Jadi Kota Toboali 2026 bakal terasa lebih kental dengan nuansa budaya. Festival Junjung Besaoh 2026 akan digelar selama lima hari, 21–25 Oktober 2026, dengan pusat kegiatan di Himpang 5 Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Mengusung tagline “Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya”, festival ini tidak sekadar menjadi panggung hiburan.

Junjung Besaoh dirancang sebagai ruang untuk menghidupkan kembali berbagai kekayaan budaya Bangka Selatan sekaligus mempertemukan tradisi, kreativitas masyarakat dan geliat ekonomi lokal.

Beragam agenda telah disiapkan. Mulai dari Festival Kuliner Warisan Budaya Tak Benda Bangka Selatan, pagelaran budaya, permainan tradisional, perlombaan bahasa Habang hingga bazar UMKM.

Bahasa Habang Naik Panggung

Salah satu daya tarik festival adalah rangkaian perlombaan yang mengangkat Bahasa Habang, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan menjaga kekayaan bahasa daerah kepada generasi muda.

Sejumlah perlombaan yang akan digelar antara lain Lomba Dongeng Bahasa Habang, Lomba Puisi Bahasa Habang, Lomba Pidato Bahasa Habang dan Lomba Pantun Bahasa Habang.

Panggung festival pun tidak hanya diisi pertunjukan. Bahasa daerah ditempatkan sebagai bagian dari ekspresi budaya yang dapat dinikmati sekaligus dipelajari masyarakat.

Dari Busana Tempoe Doeloe hingga Pakaian Adat Melayu

Nuansa masa lalu juga akan dihadirkan melalui Lomba Fashion Show Tempoe Doeloe dan Pakaian Adat Melayu.

Agenda tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan kembali busana tradisional sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam mengemas identitas budaya secara lebih menarik.

Dengan konsep tersebut, Festival Junjung Besaoh tidak berhenti pada nostalgia. Tradisi justru ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan budaya yang dapat terus dikembangkan.

UMKM Ikut Menggeliat

Semarak festival juga akan diperkuat dengan Bazaar UMKM.

Pelaku usaha lokal mendapatkan ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat dan pengunjung. Kehadiran bazar diharapkan membuat perhelatan budaya ini memiliki dampak yang lebih luas, tidak hanya pada sektor seni dan kebudayaan, tetapi juga terhadap ekonomi kreatif masyarakat Bangka Selatan.

Festival ini sekaligus menjadi momentum untuk mempertemukan potensi budaya dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bukan Sekadar Merayakan Sejarah

Lebih jauh, Festival Junjung Besaoh 2026 membawa pesan penting tentang keberlanjutan budaya.

Generasi muda menjadi salah satu sasaran utama agar semakin mengenal bahasa, seni, kuliner, permainan tradisional hingga pakaian adat yang tumbuh dan berkembang di Bangka Selatan.

Sebab, merawat budaya tidak cukup dengan mengingat sejarah. Tradisi harus terus digunakan, dikenalkan dan diwariskan agar tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.

Melalui Festival Junjung Besaoh, semangat tersebut diterjemahkan ke dalam ruang publik yang memadukan edukasi, hiburan, pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan rangkaian agenda selama lima hari, Festival Junjung Besaoh 2026 diharapkan menjadi salah satu magnet dalam rangkaian Hari Jadi Kota Toboali, sekaligus memperkuat identitas budaya Bangka Selatan.

21–25 Oktober 2026, Himpang 5 Toboali. Saatnya sejarah dirajut, tradisi dirawat dan budaya dijaga bersama.

“Ngerajut Sejarah, Ngerawat Tradisi, Ngejago Budaya.”

Sumber Kominfo Bangka Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *