BANGKA SELATAN,DJITUBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali melakukan pergeseran dalam tubuh birokrasi. Empat pejabat eselon II resmi dilantik oleh Wakil Bupati Debby Vita Dewi yang mewakili Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid pada Selasa (24/6/2025).

Dengan dinamika yang cukup menarik dua pejabat menempati posisi selevel, sementara dua lainnya mengalami penurunan level struktural dari dinas teknis ke posisi staf ahli.
Pelantikan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh melalui proses uji kesesuaian (Jobfit), yang bertujuan menempatkan figur terbaik sesuai kebutuhan organisasi pemerintahan Bangka Selatan dalam tantangan birokrasi ke depan.
“Ini bukan soal naik atau turun jabatan, tapi soal tanggung jawab. Setiap posisi adalah kepercayaan yang harus dibuktikan dengan kerja nyata,” tegas Wabup Debby dalam sambutannya.
Rincian Jabatan dan Pergeseran Pejabat
1. Muhammad Zamroni, S.STP
Dari: Kepala Dinas Perhubungan Bangka Selatan ditarik ke Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan.
Turun ke jabatan fungsional analitis, dengan peran mendukung arah fiskal dan pembangunan daerah.
2. Firmansyah, S.H., M.M.
Dari Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga bergeser ke Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia turun dari jabatan operasional ke peran strategis non-eksekutorial.
3. Elfan Rulyadi, S.T
Dari: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan / Plt. Kepala Dinas PUPR kini menjadi: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
Stabil dalam jenjang eselon II, memegang kendali penuh tanggung jawab pembangunan infrastruktur daerah.
4. Anshori, S.AP.
Dari: Dinas Koperasi,UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) dimutasi menjadi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan masih memegang Plt Dinas Kasat Pol.PP Bangka Selatan.
Rotasi lateral antar dinas, dengan posisi struktural setara.
Jabatan Bukan Status, Tapi Tugas Pengabdian:
Rotasi kali ini diwarnai penyesuaian fungsi dan penempatan yang memperlihatkan bagaimana Pemkab Bangka Selatan ingin mendorong kinerja, bukan hanya mempertahankan status jabatan.
“Yang utama bukan di mana mereka ditempatkan, tapi apa yang bisa mereka lakukan terobosan dan berkontribusi langsung untuk masyarakat khususnya Bangka Selatan,” tutup Debby.(*)















