IMG_20240303_185723
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
Bangka SelatanBerita Utama

Menjelang Ramadhan, Harga Bumbu Dapur Terus Melonjak Naik di Pasar Tradisional Toboali

73
×

Menjelang Ramadhan, Harga Bumbu Dapur Terus Melonjak Naik di Pasar Tradisional Toboali

Sebarkan artikel ini
Caption: Yuk Kati Seorang Pedagang Bumbu Dapur di Pasar Tradisional Toboali,Senin(11/3/24).

Toboali-Djituberita.com, H-1 menjelang bulan suci Ramadhan 1445 Hijriah tahun 2024, harga kebutuhan bumbu dapur di sejumlah pasar tradisional Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus melonjak naik.

Meningkatnya permintaan kebutuhan bumbu dapur penyebabnya lantaran persiapan umat muslim menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Kendati harga kebutuhan pokok merangkak naik, stok masih tersedia,terpantau awak media daya beli masyarakat tetap tinggi menyambut Ramadhan.

Yuk Kati, seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Lama Kota Toboali, mengungkapkan bahwa sejumlah harga komoditas pokok mengalami kenaikan.

Misalnya, cabai besar naik menjadi Rp 80 ribu/kg dari sebelumnya Rp 70 ribu/kg, cabai rawit kecil naik menjadi Rp 150 ribu/kg dari sebelumnya Rp 100 ribu/kg.

Sementara itu, bawang merah naik menjadi Rp 40 ribu/kg dari sebelumnya Rp 35 ribu/kg dan bawang putih naik menjadi Rp 45 ribu/kg dari sebelumnya Rp 40 ribu/kg,”terang Yuk Kati dilapak jualannya di Pasar Lama Kota Toboali pada media Djituberita.com, Senin (11/03/24).

Meskipun harga sayur mayur dan kebutuhan lainnya belum mengalami perubahan, Yuk Mama, seorang pedagang kebutuhan di dapur lainnya, juga merasakan hal yang sama.

“Ia mengatakan berapa harga-harga kebutuhan bumbu dapur terjadi kenaikan, pedagang tetap mengkhawatirkan adanya lonjakan harga di hari-hari berikutnya,”ungkap Yuk Mama.

Pengunjung pasar, Ibu Tuti, mengatakan bahwa walaupun harga komoditas naik, dia tetap terpaksa harus membeli karena itu merupakan bahan kebutuhan pokok, terutama menjelang malam sahur pertama bulan Ramadhan.

Kenaikan harga kebutuhan dapur menjelang Ramadhan 1445 Hijriah tahun 2024 mencerminkan dinamika ekonomi masyarakat lokal yang harus beradaptasi dengan perubahan harga demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di bulan suci ramadhan.

(Vilzar-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *