Tutup
Djitu Berita
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
WhatsApp Image 2024-02-01 at 14.25.18
PlayPause
AgamaBerita daerah

Kong Jung Turut Hadir di Perayaan Natal, Momen untuk Menjaga kesatuan di Tengah Masyarakat yang Beragam

170
×

Kong Jung Turut Hadir di Perayaan Natal, Momen untuk Menjaga kesatuan di Tengah Masyarakat yang Beragam

Sebarkan artikel ini
Caption : Hasil Wawancara dengan Awak Media Djituberita.com Bersama Kong Jung dalam Perayaan Natal di Gereja Victory Puput Toboali (Foto : Deisya Raga Hidayat - Tropedo.id)

DJITUBERITA.COM – Toboali, Perayaan Natal tahun 2023 di Kabupaten Bangka Selatan, dirayakan dengan sukacita di gereja Victory Puput Toboali. Kehadiran Kong Jung, seorang pengusaha furniture terkemuka dari Toboali, menjadi sorotan awak media saat merayakan bersama jemaat pada malam Natal (24/12/2023).

Caption: Pelaksana Perayaan Malam Natal di Gereja Victory Puput Toboali (Foto: Djituberita)

Dalam tanggapannya, Kong Jung menyampaikan penghargaannya terhadap persiapan yang luar biasa dari penyelenggara acara, jemaat, pemerintah daerah Kabupaten Bangka Selatan, dan aparat keamanan. Menurutnya, perayaan Natal kali ini memberikan gambaran positif tentang toleransi dan kerukunan antar umat beragama,”ujarnya.

Caption: Suasana Perayaan Malam Natal di Gereja Victory Puput.(Foto – Djituberita)

“Perayaan Natal ini bukan hanya soal persiapan yang baik, namun juga pentingnya membersihkan hati serta menciptakan suasana damai bagi Kabupaten Bangka Selatan khususnya Kota Toboali adalah merupakan contoh kecil miniatur dari Indonesia yang penuh toleransi,” ujar Kong Jung.

Khutbah yang disampaikan oleh Pdt Slamet Yunianto pada malam tersebut diharapkan membawa cahaya terang dan kedamaian bagi seluruh wilayah Kabupaten Bangka Selatan dan Toboali. Dengan pesan damai Natal ini, diharapkan terus tumbuh kerukunan umat serta semangat gotong royong untuk membangun Kabupaten Bangka Selatan yang aman dan sejahtera.

Malam Natal bukan hanya sebuah perayaan agama, tetapi juga momen untuk merayakan kesatuan, toleransi, dan persatuan di tengah masyarakat yang beragam. Suatu kesempatan untuk mengingat nilai-nilai kedamaian dan persaudaraan yang bisa menyatukan berbagai latar belakang kepercayaan dan kebudayaan,”tutup Kong Jung.

Berdasarkan kepercayaan umat Kristiani, malam Natal mengandung makna yang mendalam dalam konteks keberagaman dan toleransi, dalam menciptakan untuk membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera di tengah perbedaan.
(Vilzar – red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *